Article
Suti Karno: Diabetes Menyerangku Selama 10 Tahun
2
Share it on your
Posted by: Soylution | Selasa, 16 April 2013

Suti Karno

Tahun ini tepat sepuluh tahun aku terkena diabetes, bukan karena faktor keturunan melainkan karena pola makanku yang tidak benar. Kesibukanku dulu sebagai artis membuatku mengonsumsi makanan ataupun minuman apapun yang kutemukan dilokasi syuting. Aku selalu mengonsumsi minuman dingin, bersoda ataupun es teh manis yang dapat kutemukan dengan mudah dilokasi syuting.

Semua itu terjadi ketika aku syuting di jogja tahun 2003, ketika cuaca panas dan lokasi syuting tepat di candi Borobudur dimana tidak ada tempat berlindung dari matahari membuatku terasa haus, banyak minuman dingin, bersoda dan es teh manis yang aku habiskan untuk menghilangkan rasa hausku pada saat itu. Pada saat malam itu ketika aku syuting di kaliurang, aku terjatuh dan pingsan. Setelah dicek di Rumah Sakit, ternyata gula darahku tinggi mencapai 368 mg/dl. Dari kejadian itulah aku didiagnosa terkena diabetes, dan membuat berat badanku turun dari 81 kg menjadi 70 kg. Sampai hari ini berat badanku tidak naik lebih dari 3 kg. Alhamdulillah, dengan berkurangnya berat badan membuat nafasku lebih kuat dan bila berjalan tidak membuatku ngos-ngosan lagi karena kegemukan.

Di keluargaku, tidak ada yang memiliki riwayat terkena diabetes, awalnya membuatku bingung karna setahuku diabetes adalah penyakit keturunan, ternyata pola makan yang kurang baik dan kegemukan bisa juga menjadi penyebab diabetes. Dulu aku berfikir bahwa diabetes basah jika terkena luka maka sukar untuk disembuhkan/cepat mengering namun itu bukan merupakan jenis diabetes melainkan komplikasi dari diabetes. Justru kakiku terserang rasa sakit yang teramat sangat, menurut dokter, karena darahku yang tak mengalir sempurna sampai kebawah kaki hingga membuat kakiku terasa sakit seperti terbakar. Sudah banyak dokter, alternatif yang aku datangi namun tidak ada hasil, awalnya hanya kaki kanan namun sekarang sudah kedua belah kakiku, terkadang sampai bengkak kalau aku terlalu lama memakai kaos kaki ketika sedang bekerja dan itu sangat menyiksaku, terkadang air mataku menetes menahan rasa sakit... menyembunyikan dari lingkungan kerjaku, dengan berjalan tertatih tatih menahan rasa sakit di telapak kakiku ini...

Pernah aku terbangun dari tidur, aku tidak mampu untuk turun dari tempat tidurku. Pada saat itu aku tertidur di ruang atas, sementara anak-anakku tidur dilantai bawah, mau teriakpun percuma, akhirnya aku menelepon pembantuku untuk membantu membopongku menuju kamar kecil....

Saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan rasa sakit dikedua kakiku, hanya obat pereda rasa sakit saja yang bisa meringankanku, bahkan bisa lebih sakit lagi jika aku tidak meminum obat tersebut.... Cuma kepada Allah aku bisa mengadu dan memohon kesembuhan dalam setiap sholatku, akupun terkadang tidak bisa sholat  secara sempurna... bahkan kulakukan sholat sambil duduk ketika sakit kakiku mulai menyerang.

Naik turunnya kadar gula darah memang tergantung apa yang kita makan, kalau sudah merasa ngantuk, sering buang air kecil berarti gula darahku pada saat itu sedang tinggi, makanya aku menjaga apa yang aku makan, walau terkadang suka lengah juga.

Suatu hari aku merasa tidak enak pada dada kiriku, kebetulan memang mama dan kakak tertuakupun punya penyakit jantung, beliau menyarankan aku untuk mengecek sakit di dadaku di RS. Pada saat itu dokter melakukan tes laboratorium, EKG, kondisi jantungku bagus, tapi  dokter menyarankanku untuk melakukan pengecekkan MRI, ternyata hasilnya ada penyempitan pembuluh darah dijantungku....

Dan kembali Dokter menyarankan untuk kateter, namun aku menolaknya dan sampai hari ini aku tetap mengkonsumsi obat jantung dan mengikuti terapi alternative hingga dua tahun belakangan ini, kini aku pun telah menyuntik insulin bila dimalam hari untuk menjaga agar kadar gula tidak terlalu tinggi, selain itu aku mulai menjaga pola makanku agar menjaga gula darahku tetap stabil. 

Banyak pengemarku yang kerap bertanya bila melihatku yang sekarang, berat badanku turun. Mereka selalu bertanya dan meminta resep bagaimana cara menurunkan berat badan karena mereka berfikir aku berhasil menurunkan berat badan karena diet, dan aku selalu bilang jangan taulah... karena kekurusanku bukan karena program diet menurunkan berat badan tetapi karena penyakit diabetesku.

Makanya aku berpesan kepada pembaca, jangan terlalu banyak mengonsumsi minuman-minuman bersoda, dan es teh manis ataupun minuman yang mengandung gula tinggi sangat berpotensi menimbulkan penyakit diabetes dikemudian hari, aku buktinya karena tidak dengar kata orang tua, aku ingat sebelum Ayahku, Soekarno M Noor meninggal, aku menengok beliau di rumah sakit sambil meminum teh kemasan, Ayahku bilang jangan banyak minum itu nanti kamu kena diabetes, aku mengindahkannya karena aku berfikir penyakit diabetes disebabkan karena faktor keturunan, tetapi ternyata terbukti sekarang aku terkena penyakit diabetes.

Menyesal sudah tidak ada gunanya lagi.... tinggal aku menjaga pola makan, pola hidup sehatku demi anak-anak ku....

1
Dwi Kurniati
1 year ago
Semoga selalu sehat ya Mbak :)

495
0 comments
0 shares
Eko Koesnadi: Niatnya Jalan-Jalan, Eh, Malah Operasi Jantung
Nama saya adalah Eko Koesnadi. Lahir 17 April 1939, berarti usia saya sekarang sudah 74 tahun (Alhamdulillah). Saat ini saya aktif sebagai pengurus
302
2 comments
1 shares
Widi Hidayat: My Life, My Diabetes (Part 1)
Bagi sebagian orang, turun berat badan bisa jadi sebuah cita-cita untuk menunjang penampilan dan kesehatan. Tapi, lain hal dengan cerita penurunan
473
0 comments
0 shares
Kita Dapat Melatih Rasa Kecap Dan Kapasitas Lambung
Berdasarkan pengalaman kami, rasa kecap dapat dilatih. Masing-masing individu memiliki ambang rasa yang berbeda, oleh karena itulah rasa makanan
TRENDING TITLES